Rabu, 06 April 2016

PILIH CARA JAHAT ATAU CARA BAIK-BAIK!!! That's Your Choice

Assalamu'alaikum Sahabat Anak Deker... apakah hari kalian menyenangkan? semoga menyenangkan ya sob dan semoga para pengunjung di blog ini selalu diberikan kesehatan dan kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT. Aamiin...

Sobat pernah tidak merasakan yang namanya jengkel karena suasana yang mengganggu? Tentu pernah ya, atau mungkin kalian selalu merasakannya? hehehe kalo Iya maka nasib kita sama wkwkwkwk. Tempat nongkrong yang Saya anggap nyaman itu adalah di hotspot apalagi itu adalah hotspot baru yang belum kebanyakan orang belum pada tahu alias hotspot yang baru dibuka. Bagiku itu adalah surga karena selain jaringannya kenceng juga suasananya yang sangat hening, saking heningnya sampai kebawa untuk mengheningkan cipta sob, hehehe. Tapi ketika hotspot baru itu sudah banyak yang tahu huuu di situlah penderitaaan kita dimulai, eh maksudnya penderitaan Saya ya sob. haha. 

Kebanyakan orang mengalami yang namanya terganggu, terutama terganggu dengan keributan apalagi koneksi jaringan yang lambat di karenakan terlalu banyaknya pemakai jaringan di tempat itu. sebenarnya untuk mengatasi hal itu sih gampang, sobat bisa pakai cara gampang tapi mematikan atau susah tapi menyenangkan. Sobat jangan salah paham dulu ya.. maksud mematikan di sini bukan menghilangkan nyawa seseorang ya tapi mematikan di sini adalah mematikan jaringan koneksi orang lain yaitu dengan menggunakan softaware NetCut. software NetCut ini sobat bisa mendownloadnya di situs resminya di arcai.com. Untuk cara penggunannya sendiri gampang banget sobat tinggal lihat saja di video tutorialnya langsung di Youtube agar lebih mudah dipahami. 

Saran Saya sih kita nggak perlu menggunakan cara ini, karena Saya sendiri nggak pernah pake software yang beginian, karena ini sama saja kita egois dalam penggunaan jaringan. Seandainya ada undang-undang tentang perinternetan maka Sobat jangan cari atau melibatkan Saya apalagi Sobat sampai membawa Saya ke pengadilan untuk menjadi saksi hehehe... terlalu melankolis ya kalo misal sampai jadi begitu ceritanya. brrrrr....

Oke, cara yang terakhir adalah cara yang susah tapi menyenangkan. Cara yang satu ini adalah cara yang paling susah tetapi menyenangkan. kenapa saya mengatakan demikian ya karena seperti demikian, ehehe...becandaaa. cara yang demikian yang saya maksud di sini adalah dengan menggunakan sebuah alat. Alat ini tidak perlu di download alias alat ini ada di mana-mana sob alias gratis dan dipinjam juga boleh asal dipinjamin sama yang punya dan lebih praktis tentunya, yaitu dengan menggunakan pisau. Sobat tahu pisau kan? kalo nggak tahu berarti anda kurang beruntung alias Kamu nggak berguna sama sekali Sob, huaahahahaaha...

Sobat pasti kaget terheran-heran dan terngangah kan setelah mendengar jawaban ini? Anda boleh kaget tapi jangan lebay ya sob mengingat ini tahun 2016 bukan tahun-tahunan.

Aduh maaf ya sob, Saya keenakan bercanda. Oke kita kembali ke Laptop, bagi yang menggunakan notebook kembalinya di notebook ya bukan sama mantan. huuuuu... kalau saya mengingat kata mantan pasti bawaannya baper sob, bukan karena gara-gara ditinggalin tetapi Saya ingin meninggalkan seseorang. Tapi itu nggak gampang sob. Bayangkan sob kamu meninggalkan seorang cewek yang cintanya amat-amat luar biasa. Saking luar biasanya Sob Dia rela mati bunuh diri demi mempertahankan cintanya untuk Saya. hmmmm maaf ya sob Saya terbawa suasana dengan apa yang Saya rasakan saat ini. Saya ingin move on tapi kata orang move on itu akan ON apabila kamu sudah putus dengan pacar kamu alias sudah jadi mantan. Tapi kalau Dianya belum jadi mantan maka sebutannya bukan move on tapi movie maker. hahahaha
Oke kembali ke topik. Cara menggunakan pisau ini adalah Sobat harus sangat ekstra berhati-hati ketika menjalankan misinya karena seperti yang saya bilang tadi cara ini susah tetapi menyenangkan. Oke lanjut ke TKP. pertama-tama sobat harus mencari posisi aman dan tidak terlihat oleh lawan jenis. maksudnya target si pengacau jaringan tadi ya sob. Pastikan kabel charger korban tepat berada di belakangnya. karena kalau di depannya itu bukan suprise namanya. Selanjutnya sobat berpura-puralah untuk menelpon atau sedang membalas bbm seseorang. Tergantung sobat ya siapa yang harus di bbmin dan pastikan itu pesannya dibalas sehingga meyakinkan korban kalau kamu memang sedang membalas bbm seseorang dan begitu juga dengan  menelpon pastikan telpon sobat itu diangkat supaya terlihat lebih dramatis. hmmm Bbm-bbmmm... Saya teringat lagi dengan masa lalu sob. Oke tidak usah dihiraukan... nah setelah itu keluarkanlah buku tabungan kalian, heheh maksud aku pisau yang kamu bawa tadi dengan sangat berhati-hati tentunya. Kalau kalian gegabah itu tidak baik sob karena orang tua dulu selalu mengingatkan kita dengan ketenangan ketika kita melakukan sesuatu yang berharga untuk diri kita, nusa dan bangsa, tapi ngomong-ngomong ini bukan untuk nusa dan bangsa ya tetapi utnuk pribadi sobat. Persoalan Nusa dan Bangsa itu urusan Bapak presiden ya. dan bukan urusan kita, kwkwkwkwkwkw....

Oke kembali lagi topik, ketika posisi aman maka segeralah menarik kabel charger korban dengan perlahan lalu kalian potong saja itu kabel seleasaikan hahahaha Urusan digebukin atau disayangi itu bukan urusan Saya ya sob apalagi itu menjadi urusan Bapak Presiden. hihihihi

Oke demikian Tutorial gila dari Saya semoga Sahabat Anak Deker mendapatkan gambaran tentang tindak kriminal, yang bahwa sesuatu yang merugikan orang lain itu nggak baik ya sob, dan harapan Saya cobalah selalu memikirkan matang-matang ketika ingin berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat. karena sesuatu yang tidak bermanfaat itu akan melahirkan sesutau yang tidak bermanfaat juga. Sama halnya ketika kita menanam benih tomat maka yang tumbuh pastilah tomat juga karena tidak mungkin yang tumbuh rambutan ya Sob. hehehehe dan begitupun dengan sesuatu yang kita kerjakan, entah itu sesuatu yang baik atau buruk.

Artikel ini saya buat hanya untuk lucu-lucuan aja ya Sobat sekalian dan bukan untuk dipraktekan. Sekalian Saya belajar untuk menulis sebuah artikel karena ini adalah artikel pertama saya tulis dengan hasil ketikan sendiri dan juga ide sendiri alias bukan CoPas seperti postingan-postingan Saya yang sebelumnya. :)


Oke Sob, sampai jumpa di artikel Saya yang berikutnya...


Assalamu'alaikum...

SALAM ANAK DEKER...

Senin, 09 Maret 2015

KRISIS MATA UANG RUPIAH

Akhir-akhir ini nilai tukar Rupiah cenderung melemah. Hal yang sama juga dialami oleh mata uang beberapa negara emerging markets (negara berkembang yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi dengan cepat) lainnya.
Mengapa Nilai Tukar Rupiah Melemah?
Pelemahan rupiah terjadi karena beberapa faktor eksternal selain faktor internal, seperti defisit neraca transaksi berjalan. Banyak pengaruhnya dari faktor eksternal, contohnya rencana AS untuk mengurangi stimulus moneter dan kondisi harga-harga komoditi yang masih terkoreksi di 2013, serta penurunan hasil ekspor Indonesia. Selain itu, merosotnya pergerakan rupiah lebih didukung kecenderungan melambatnya ekonomi negara-negara berkembang, seperti China dan India. Sedangkan dengan negara-negara maju terjadi pemulihan ekonomi.
Nilai tukar sebuah mata uang ditentukan oleh hubungan penawaran-permintaan (supply-demand) atas mata uang. Jika permintaan atas sebuah mata uang meningkat, sementara penawarannya tetap atau menurun, maka nilai tukar mata uang itu akan naik. Kalau penawaran sebuah mata uang meningkat, sementara permintaannya tetap atau menurun, maka nilai tukar mata uang itu akan melemah. Dengan demikian, Rupiah melemah karena penawaran atasnya tinggi, sementara permintaan atasnya rendah.
Faktor yang menyebabkan penawaran atas rupiah tinggi, sementara atasnya rendah adalah keluarnya sejumlah besar investasi portofolio asing dari Indonesia. Keluarnya investasi portofolio asing ini akan menurunkan nilai tukar Rupiah, karena dalam proses ini, investor menukar Rupiah dengan mata uang negara lain untuk diinvestasikan di negara lain. Maka akan terjadi peningkatan penawaran atas Rupiah.
Kenapa investasi portofolio asing ini keluar dari Indonesia? Alasan yang sering disebut adalah karena rencana the Fed (bank sentral AS) untuk mengurangi Quantitative Easing (QE). Karenanya, nilai tukar obligasi dan aset-aset finansial lain di AS akan naik.Faktor berikutnya yang menyebabkan penawaran tinggi dan permintaan rendah atas Rupiah adalah neraca nilai perdagangan Indonesia yang defisit. Artinya, ekspor lebih kecil daripada impor.
Merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini juga berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sementara pelemahan rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Apabila harga BBM naik otomatis inflasi naik dan suku bunga negatif akhirnya investor cabut. Dari sisi kurs anjlok otomatis investor akan rugi sehingga mereka harus menarik diri dari pasar modal. melemahnya pasar modal Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dampak Melemahnya Rupiah
Dinamika ekspor-impor memang berdampak pada nilai tukar mata uang. Ekspor meningkatkan permintaan atas mata uang negara eksportir, karena dalam ekspor, biasanya terjadi pertukaran mata uang negara tujuan, dengan mata uang negara eksportir. Pertukaran ini terjadi karena si eksportir membutuhkan hasil akhir ekspor dalam bentuk mata uang negerinya agar bisa terpakai dalam usahanya. Sebaliknya, impor meningkatkan penawaran atas mata uang negara importir, karena dalam impor, biasanya terjadi pertukaran mata uang negara importir dengan mata uang negara asal. Karena akhir-akhir ini, impor Indonesia lebih besar daripada ekspornya, maka situasi ini telah melemahkan nilai tukar Rupiah.
Banyak pihak yang terpukul atas meningkatnya komoditi ekspor di Indonesia, Pertama adalah konsumen, terutama konsumen kelas bawah, karena pendapatan mereka tidak bisa mengimbangi kenaikan harga barang. Kedua  pihak-pihak dalam rantai distribusi komoditi impor mulai dari importir sampai pengecer, karena mereka menghadapi pasar dalam negeri yang menyusut. Ketiga adalah  para usahawan yang berorientasi pada pasar dalam negeri.  Keempat rakyat pekerja yang sudah terpukul dari sisi konsumsi akibat kenaikan harga barang, juga akan dijepit dari sisi upah oleh pengusaha yang terjepit oleh kenaikan harga alat-alat produksi impor, kenaikan nilai utang luar negeri dan penyusutan pasar dalam negeri.
Namun, anjloknya Rupiah bukan hanya berdampak pada kenaikan harga komoditi impor saja. Dampak lainnya yang juga penting adalah kenaikan nominal Rupiah dari utang luar negeri, karena utang luar negeri dipatok dengan mata uang asing.
uang Rupiah yang dimiliki pengutang harus ditukar dengan mata uang pembayaran utang. Akibatnya, nilai tukar Rupiah bisa semakin lemah.
Akan tetapi ada pula pihak yang diuntungkan oleh krisis Rupiah, jika mata uang suatu negara melemah, maka yang diuntungkan adalah sektor ekspor yang bahan bakunya (sebagian besar) berasal dari dalam negeri.
Solusi

Solusi yang paling tepat menjaga nilai mata uang kita adalah investasi emas. Kapanpun emas akan selalu stabil, walaupun pernah turun sesaat. Hal tersebut bukan berarti harga emas tidak stabil. Untuk melakukan investasi tentunya bukan di hitung dalam waktu yang singkat saja, tetapi investasi bisa dikatakan benar – benar investasi kalau kita menghitung dalam jangka yang lama, menjaga stabilitas harga dan mengamankan neraca perdagangan.
Selain itu, BI harus berusaha untuk membuat rupiah lebih menarik dengan menaikkan Fasilitas Bank Indonesia (Fasbi) minimal 100 basis point.
Perlu segera diambil langkah-langkah fundamental dan struktural. Pengendalian rupiah, tak semestinya dilakukan dengan mengerem pertumbuhan kredit yang bisa berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. Yang harus dilakukan adalah pengaturan cash flow nasional. Bank Indonesia perlu mempertimbangkan relaksasi ketentuan untuk melakukan pendalaman pasar valuta asing, untuk memikat aliran modal masuk (capital inflow).
Namun di sisi lain, Arif menegaskan ekspor harus didorong dan impor harus sangat dikendalikan. Produksi nasional, mutlak harus didongkrak, termasuk produksi sektor pertanian, serta industri perkapalan dan sektor kelautan. Agar impor pangan dan defisit neraca djasa bisa ditekan.
Kebijakan fiskal pemerintah harus disusun dalam kerangka mendorong ekspor. Misalnya dengan menurunkan pajak ekspor dan promosi perdagangan agresif. Sebaliknya untuk mengendalikan impor, pajak impor harus dinaikkan dengan dimulai dari barang mewah.
Selain itu, adanya strategi pengembangan industri dan produksi nasional, terutama industri menengah dan kecil. Penciptaan lapangan kerja, realisasi anggaran, serta implementasi program pedesaan, UMKM, dan sosial, perlu dipercepat.

Sumber dari: 
http://manajemenkelasj.wordpress.com

Selasa, 16 Desember 2014

Hasil Survei, 75 Persen Wanita Anggap Ponsel Sebagai 'Orang Ketiga'


Jakarta, CNN Indonesia -- Terlalu sering menggunakan ponsel dipercaya dapat merusak hubungan. Bahkan ada survei yang menunjukkan bahwa 75 persen wanita menganggap ponsel sebagai orang ketiga.

Survei tersebut dilakukan Brandon McDaniel dari Universitas Negeri Pennsylvania, dan Sarah Coyne dari Brigman Young University, Utah. Survei ini diikuti oleh 143 responden perempuan yang sebagian besar ternyata mengaku terganggu dengan pemakaian ponsel pintar yang berlebihan.
Sementara 62 persennya mengakui ponsel pintar mengurangi waktu yang mereka habiskan saat sedang berduaan, dan sepertiganya mengaku pasangan lelakinya sibuk mengecek ponsel pintar saat mereka sedang berbicara.

Lalu seperempatnya mengatakan pasangannya tertangkap sedang mengetik pesan saat sedang mengobrol tatap muka. Seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (16/12).

Dinamai "technoference" oleh peneliti, hal sama juga diakui oleh para psikolog yang mengklaim semakin banyak orang merasa harus 'berperang' dengan ponsel pintar milik pasangannya layaknya orang ketiga.

"Fenomena ini seperti proses melingkar di mana orang-orang terjebak saat membiarkan teknologi masuk tanpa sadar sudah mengganggu hubungan yang bisa timbulkan konflik dan mengurangi kualitas hubungan mereka sendiri," ujar McDaniel.

Ia juga menerangkan bahwa seiring berjalannya waktu, tiap individu akan semakin kurang puas dengan hubungan dan hidup mereka sendiri, walaupun mereka tidak langsung menyadarinya.

"Pembiaran teknologi yang mengganggu percakapan dan waktu kualitas dengan pasangan ini bisa bikin individu menyimpulkan pesan implisit tentang hal mana yang mereka lebih hargai, dan tentunya bisa mengarah ke konflik dalam hubungan," lanjut McDaniel.

Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Psychology of Popular Media Culture.

Sebelumnya pada 2013 lalu, studi dari Brigman Young University mengungkapkan percakapan serius dan permintaan maaf dalam suatu hubungan yang dilakukan melalui pesan teks sifatnya lebih bahaya.
By CNN Indonesia


http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20141216163241-185-18525/75-persen-wanita-anggap-ponsel-sebagai-orang-ketiga/

Sabtu, 13 September 2014

Kenapa Penolakan Rasanya Sakit ?

Masih ingat rasa nyeri di dada ketika ditolak orang yang Anda idamkan? Atau rasa hampa yang menyesakkan ketika pasangan mendadak memutuskan Anda? Atau mungkin rasa teriris ketika si dia berkata, “Maaf, kamu terlalu baik untuk aku!” ?
Rasa sakit seperti itu akan teringant jelas, apalagi kejadian itu baru terjadi beberapa hari yang lalu misalnya. Penolakan terasa seperti seseorang meninju perut bertubi-tubi, sampai saya terjatuh lemah kesakitan dan sesak napas berhari-hari.

Jadi apa yang membuat penolakan, baik diucapkan atau dituliskan, bisa terasa begitu nyata menyakitkan? Mengapa kata-kata yang tidak kasat mata itu mempunyai kekuatan untuk menusuk dada hingga perih, memukul kepala hingga pening, dan membuat ngilu setiap otot, tulang, dan sendi tubuh kita?
Jawabannya sederhana: karena area otak kita yang mencerna penolakan ternyata merupakan area otak yang sama ketika mencerna rasa sakit fisik. Ethan Kross, psikolog sosial dariUniversity of Michigan, menemukan bahwa ketumpahan kopi panas dan ditinggalkan orang yang disayangi adalah dua jenis rasa sakit yang berbeda, namun sama-sama diproses oleh area otak yang bernama somatosensory cortex dan dorsal posterior insula.

Otak kita tidak ingin membedakan antara rasa sakit fisik maupun rasa sakit emosional. Bagi otak, penolakan sama ‘memukulnya’ seperti pukulan fisik ke tubuh Anda. Sialnya lagi adalah kalaupun sedang tidak ditolak, Anda tetap bisa merasakan pukulan sesak itu lagi bila mengingat-ingat penolakan di masa lalu ataupun melihat orang lain yang sedang mengalaminya.
Kebanyakan orang merasakannya penolakan dalam bentuk tekanan nyeri di bagian tubuh atas. Itu ulah hormoncortisol dan adrenaline yang membanjiri tubuh, membuat dada berdebar-debar sesak karena jantung memompa lebih cepat (bahkan kadang jadi tidak teratur), meningkatkan tekanan darah hingga kepala terasa pening dan leher tegang. Sedemikian nyatanya rasa sakit penolakan sosial, sampai ada kondisi medis yang dinamakanTakotsuba Syndrome alias Broken Heart Syndrome yang secara gejala amat sangat menyerupai rasa serangan jantung.

Selain itu, kita juga biasanya merasa lemas, mual, kedinginan, ngilu-ngilu seperti flu. Ini akibat banyaknya cortisol yang menghabiskan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh Anda jadi lebih lemah terhadap serangan bakteri dan virus. Pada saat yang sama kehadiran hormon tersebut juga mengurangi aliran darah ke sistem pencernaan, sehingga Anda kehilangan nafsu makan dan mengalami gangguan pencernaan lainnya yang membuat Anda makin kehilangan energi dan mempengaruhi seluruh tubuh. Alhasil, penolakan membuat Anda benar-benar merasa tersakiti dan terpukul hancur.

Jika terbiasa berpikir kritis, Anda sekarang akan bertanya seperti ini, “Lalu kenapa sih otak didesain seperti itu? Kenapa penolakan sosial mesti diproses menjadi rasa sakit? Kenapa tidak diproses jadi rasa lain, seperti ngantuk, atau gatal, atau kembung?”
Jawabannya bisa ditelusuri dalam penelitian Naomi Eisenberger di Social and Affective Neuroscience Laboratory. Sebagai mamalia, kita terlahir dengan kemampuan membela diri yang relatif terbatas sehingga kita memerlukan manusia-manusia lain yang menolong dan merawat. Ikatan sosial menjadi kebutuhan yang krusial, karena kesendirian berpotensi menurunkan keberlangsungan hidup. Itu sebabnya dalam proses evolusi, keterpisahan dan penolakan sosial tercetak di otak sebagai rasa sakit agar manusia selalu terdorong untuk memelihara hubungan satu sama lain.

Kajian psikologi evolusi menyatakan bahwa dalam tubuh kita terkandung kode genetik yang berisi pelajaran dan pengalaman nenek moyang manusia ribuan tahun yang lalu. Jadi semua manusia merasakan sakit ketika ditolak atau dipisah, karena ribuan tahun yang lalu keterpisahan akan membuat manusia jadi lebih tidak berdaya menghadapi ancaman alam. Otak membuat penolakan terasa sakit supaya Anda dan saya jadi lebih menghargai hubungan sosial dan lebih termotivasi mengusahakan kebersamaan.
Bayangkan apa yang terjadi jika otak memproses penolakan dan perpisahan sebagai rasa ngantuk, gatal, kembung, atau lainnya? Kita pasti jadi biasa saja dengan penolakan, tidak menakutinya, bahkan cenderung masa bodo sehingga tidak merasa perlu untuk berhubungan.

Penolakan harus dibuat (sebagai ganjaran yang) menyakitkan agar kita mau berusaha keras untuk menciptakan penerimaan dan menjaga keharmonisan. Otak Anda tidak memberikan rasa sakit dari penolakan supaya Anda jadi trauma, takut jatuh cinta, dan enggan menjalin hubungan cinta. Justru sebaliknya, otak menggunakan penolakan untuk memotivasi perbaikan diri, sama seperti rasa lapar memotivasi Anda untuk makan.

#KelasCinta
Image by gosipcerita.wordpress.com

Jumat, 18 April 2014

Di Mana Ada Kedamaian Sejati ?

Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.

Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.

Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Disisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu. Didalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.

Lukisan manakah yang memenangkan lomba?
Sang Raja memilih lukisan nomor dua.

Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”

“Kedamaian hati adalah kedamaian sejati.”

Faktor Eksternal Perusahaan


Lingkungan eksternal sebuah organisasi atau perusahaan sangat luas dan memiliki berbagai faktor yang turut mendukung. Sehingga sangat tidak mungkin seorang ahli strategi hanya mempelajari sebagian kecilnya saja. Karena, jika tidak mempelajari secara keseluruhan maka pembuatan strategi tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Lingkungan eksternal dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar antara lain yaitu lingkungan umum dan lingkungan industry.

v  LINGKUNGAN UMUM 

Lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaan-perusahaan yang ada di dalamnya. Secara lebih lanjut lingkungan umum/eksternal terbagi menjadi 2 pokok bagian lagi yaitu:

a.    Lingkungan Eksternal Jauh

Dikatakan jauh karena faktor-faktor eksternal tersebut bersumber dari luar organisasi dan biasanya timbul terlepas dari situasi operasional yang dihadapi oleh perusahaan yang bersangkutan akan tetapi mempunyai dampak pada proses manajerial dan operasional dalam organisasi (perusahaan). Faktor-faktor tersebut antara lain:

1)    Pertimbangan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi di dunia selalu berbanding lurus dengan perubahan lingkungan. Terkadang ada pihak yang ingin meningkatkan mutu hidup manusia dengan memperbanyak perusahaan dan di lain pihak ada yang ingin melestarikan lingkungan. Sehingga sering terjadi perbedaan pendapat di antara kedua belah pihak yang menyebabkan proses produksi terhenti.

2)    Faktor-faktor politik.
Maksud dari faktor politik ini adalah jika disuatu daerah atau negara sedang mengalami permasalahan yang mengganggu perekonomian maka perusahan akan memikirkan cara yang tepat dalam memasarkan produknya.

3)    Faktor-faktor sosial.
Setiap daerah di suatu negara contohnya Indonesia memiliki tingkat sosial yang berbeda menyebabkan kebutuhan diantara mereka sangat berbeda. Sehingga perusahaan harus bisa menciptakan suatu barang atau jasa yang mampu memberikan manfaat ke semua golongan demi mendapatkan keuntungan yang besar.

4)    Faktor teknologi.
Faktor ini berpengaruh terhadap manajemen strategi karena dengan teknologi perusahaan akan lebih terbantu baik dari segi pelayanan, pemasaran, dan produksi. Kemudian konsumen akan lebih percaya terhadap perusahaan yang telah memiliki teknologi yang baik karena mutu yang ditawarkan lebih terjamin.

b.    Lingkungan Eksternal Dekat

Lingkungan eksternal dekat memiliki dampak langsung pada operasionalisasi berbagai strategi dan kebijaksanaan suatu perusahaan baik dari suasana kompetitif, peluang, khususnya perolehan sumber dana. Bedanya dengan lingkungan eksternal jauh adalah faktor-faktor lingkungan eksternal dekat pada umumnya dapat dikendalikan, atau paling sedikit dipengaruhi oleh organisasi/perusahaan yang bersangkutan. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1)   Kedudukan kompetitif perusahaan.
Dalam kondisi dan iklim persaingan suatu perusahaan perlu melakukan analisis terhadap kedudukannya baik dari segi kelemahan, keunggulan perusahaan sendiri maupun perusahaan saingan. Dengan mengetahui kedudukannya para perumus strategi diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang memungkinkan memanfaatkan peluang yang timbul dalam kondisi yang dihadapi.

2)   Profil para pelanggan.
Suatu perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa berupaya menghasilkan produk yang diminati oleh sekelompok masyarakat. Tetapi karena faktor-faktor tertentu, minat masyarakat berbeda dari yang dipikirkan perusahaan. oleh sebab itu perusahaan harus mengetahui dan mempelajari faktor penyebabnya. Faktor-faktor tersebut seperti Geografi (letak wilayah), Demografi (struktur sosial), dan Psikografi (kejiwaan pelanggan).

3)   Perilaku pembeli
Manusia sebagai pembeli produk terttentu pasti menggunakan berbagai pertimbangan dalam membeli atau tidak membeli produk tertentu. Baik dari segi harga, manfaat barang, kualitas, mutu dan pelayanan yang ditawarkan produsen. Yang jelas perilaku pembeli tidak pernah konsisten sehingga profil para pembeli dan calon pembeli perlu dikenali dengan baik.

4)   Faktor pemasok
Posisi pemasok ini perlu dikenali dengan baik karena banyak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan satu sektor produksi, khususnya sektor dimana satu perusahaan itu bergerak. Pemasok ini bukan hanya berkaitan kepada bahan mentah tetapi juga dengan peralatan, pelayanan dan dukungan finansial. Apabila perusahaan tersebut memelihara keserasiannya maka sebagai usahawan akan mendapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhannya.

5)   Faktor penyandang dana
Secara penglihatan dasar suatu perusahaan atau organisasi tidak akan berdiri dan berkembang apabila perusahaan tersebut tidak memiliki pihak-pihak yang memberikan dana secara berkesinambungan. Apabila dana yang masuk ke dalam perusahaan terhambat maka akan menyebabkan proses kegiatan produksi terhenti. Untuk menghindari hal itu terjadi maka suatu perusahaan harus memiliki cara yang tepat agar dana yang ada di dalam perusahaan tersebut stabil.

6)   Situasi pasaran kerja sebagai faktor lingkungan.
Sumber daya manusia merupakan unsur terpenting dan paling menentukan dalam berhasil tidaknya suatu organisasi/perusahaan. betapapun pentingnya perhatian yang harus diberikan kepada unsur lain seperti modal, peralatan, mesin, metode kerja, bahan mentah, dan bahan baku perhatian terbesar tetap harus diberikan kepada unsur manusia. Semua proses manajemen sumber daya manusia harus ditempuh secara benar dan tepat yang kesemuannya berangkat dari pengakuan dan penghargaan atas harkat dan martabat manusia. Manajemen sumber daya manusia menyangkut perencanaan ketenagakerjaan, penciptaan dan pemeliharaan sistem informasi manusia, rekrutmen, seleksi, orientasi dan penempatan, sistem imbalan, pendidikan dan pelatihan, perencanaan dan pengembangan karier, pemutusan hubungan kerja, pemeliharaan hubungan industrial dan pemensiunan.

v  LINGKUNGAN INDUSTRI

Industri adalah kelompok perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang atau jasa serupa. Menurut Michael E. Porter hal-hal yang harus dilihat atau menjadi dasar analisis  adalah sebagai berikut:

a.    Ancaman Pelaku Bisnis
Bila suatu perusahaan masuk ke dalam sebuah industri, maka secara otomatis perusahaan yang sudah ada akan terancam, karena ada kapasitas baru yang bertambah serta kemungkinan digerogotinya pangsa pasar yang ada dan akan membuat tambahan permintaan pasokan atas sumber daya seperti SDM, ataupun bahan baku. Semua ini akan menggangu perusahaan-perusahaan yang sudah ada terlebih dahulu di dalam industri.

b.    Ancaman Produk Substitusi
Persaingan yang harus dihadapi oleh sebuah perusahaan, bukanlah kepada perusahaan yang memiliki produk yang persis sama. Sering kali perusahaan harus berhadapan dengan perusahaan-perusahaan yang produknya merupakan substitusi dari produk perusahaan pertama. Seperti juga kita lihat pada ancaman produk baru, ancaman produk substitsi juga memiliki beberapa kondisi. Misalnya: skala ekonomis, Switching cost, akses ke saluran distribusi.

c.    Daya Tawar-Menawar Pembeli
Pembeli yang memiliki daya tawar-menawar yang tinggi, dapat mengancam daya saing perusahaan. pembeli ini biasanya bisa memaksa perusahaan untuk menurunkan hagaatau menuntut meningkatkan kualitas produk/jasa dan lain-lain. Kondisi yang menentukan daya tawar pembeli menjadi tinggi antara lain:
a.    Membeli dalam jumlah besar.
b.    Produk yang dibeli adalah standar.
c.    Switching cost
d.    Produk dari industri kurang begitu penting bagi pembeli.
e.    Pembeli memiliki informasi yang lengkap

d.   Daya Tawar-Menawar Pemasok
Bila pemasok memiliki daya tawar yang semakin kuat, maka dapat kita katakan semakin kurang menariknya industri. Ini biasanya, terjadi pada industri yang pemasoknya tergolong sedikit, yaitu hanya beberapa perusahaan. perusahaan yang ada dalam industri, relatif tidak memiliki banyak alternatif untuk mendapat pasokan tertentu. Biasanya daya tawar menawar kelompok pemasok kuat jika:
a.    Hanya didominasi oleh sedikit perusahaan, sementara industri pembelinya beragam.
b.    Industri pembeli bukan merupakan pelanggan penting dari kelompok pemasok.
c.    Produk pemasok merupakan input penting bagi pembeli.
Semakin tinggi daya tawar pemasok, maka semakin rendah daya tarik (attractiveness) sebuah industri.

e.    Tingkat persaingan dalam Industri
Tindakan-tindakan perusahaan dalam sebuah industri selalu saling terkait. Strategi-strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan pasti memberi dampak baik atau buruk kepada perusahaan lain sehingga menyebabkan intensitas persaingan menjadi lebih tinggi. Tingkat persaingan ini tidak hanya disebabkan oleh jumlah pelaku yang ada di dalam industri tetapi  juga terpengaruh dari pesaing yang memiliki kekuatan relatif sama baik dari segi pendanaan, kualitas produk, dan lain-lain.

Sabtu, 20 Juli 2013

Motivasi dan Nasehat (Felix Siauw)






1. berdirilah diatas dua kakimu dan berbuatlah dengan dua tanganmu | hidupmu adalah tanggungjawabmu sendiri, bukan orang lain

2. if you want things get done, do it yourself | sometimes, depends on ourself is better than depends on other | grow up dear!

3. malu bila meminta dan senang bila memberi, itu akhlak Islam | bukan akhlak bila senang meminta dan malu memberi

4. jangan minta dan terimalah bila diberi, jangan berharap diberi tapi berharaplah memberi | itulah yang diajarkan Islam

5. jangan menyusahkan saudaramu Muslim dan bersusah usahalah untuk saudaramu Muslim | Islam mengajarkan kita

6. karena kebanggan dan kehormatan diri bukan datang dari menerima | ia datang dari memberi dan berbagi

7. ini memang masalah mental, masalah akhlak | saat mulai senang diberi dan gemar meminta, jelas agama akan jadi masalah

8. meminta pada Allah, bukan pada manusia | lemah itu hanya dihadapan Allah, kuatlah dihadapan manusia | itu ciri insan berakhlak

9. budayakan malu meminta | biasakan gemar memberi

####


1. "semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya | Setiap waktu Dia dalam kesibukan" (QS 55:29)

2. "semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya" | senantiasa bertasbih apa yang ada di langit dan bumi

3. "semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya" | maka beribadahlah agar engkau pantas meminta pada-Nya

4. "semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya" | andai Dia memenuhi permintaan mereka semuanya Dia tiada berkurang

5. "semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya" | karena hanya Dia yang mampu memberikan kemudahan setelah kesempitan

6. "setiap waktu Dia dalam kesibukan" | dia memiskinkan yang kaya dan mengayakan yang miskin sesuai kehendak-Nya

7. "setiap waktu Dia dalam kesibukan" | dia memberi harapan yang papah dan peringatan pada yang lupa

8. "setiap waktu Dia dalam kesibukan" | Dia mendengar doamu dan memberi jalan terbaik bagimu walau engkau rasa Dia tak mendengar

9. "setiap waktu Dia dalam kesibukan" | karena bergantung hanya pada-Nya segala sesuatu yang berjalan berenang dan terbang di bumi-Nya

10. "setiap waktu Dia dalam kesibukan" | Dia yang memberikan rezeki bagi setiap yang memiliki lambung dan Dia tidak merasa kesulitan

11. "maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan?"

12. "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya" (QS 3:2)


####

bila ada banyak hal yang tak berjalan sesuai keinginan | mungkin Allah ingin engkau lebih banyak tengadahkan tangan

ada banyak hal yang bisa kita sesali | lebih banyak lagi hal untuk kita syukuri

sejenak pejamkan mata untuk istighfar | selalu ada mudah setelah sukar

####


semerbak dunia biar diganti wewangi surga | pikat dunia biar kalah oleh ridha-Nya | sabarlah sebentar saja hingga akad halalkan semua

tahan lisan dari kata yang belum semestinya | bila nikah terlaksana berucaplah sepuasnya

tahan pikir dari asa yang tak semestinya seharusnya | bila wali sudah menghalalkan berbuatlah sekehendaknya

puaskan memandang sebelum akad adalah racun mata | dan banyak berangan-angan sebelum menikah sebabkan hati buta

bunga yang mekar pada waktunya dan kasih matang pada masanya | jangan terburu-buru lalu dipaksa khawatir ia justru jadi ternoda

ini bukan nasihat ayah pada anaknya namun perintah Allah pada hamba-Nya | engkau menyendirilah dan jauhi dosa atau menikahlah lalu berpahala


####

Rabu, 17 Juli 2013

Refrensi Jurnal Umum Bagi Pembelajar Akuntansi Pemula


Refrensi Jurnal Umum Bagi Pembelajar Akuntansi Pemula

Oleh Irwin Ananta Vidada

ABSTRAK
Penggunaan jurnal umum tak bisa dilepaskan dari aplikasi ilmu akuntansi, karena jurnal umum merupakan suatu media untuk mencatat transaksi harian yang terjadi akibat aktifitas bisnis perusahaan atau organisasi setiap hari, penggunan jurnal umum begitu sering dilakukan seiring dengan banyaknya kejadian transaksi yang terjadi, dalam pembukuan akuntansi manual bisa dikatakan bahwa pencatatan jurnal merupakan ”book of original entry” atau pencatatan pembukuan akuntansi pertama, oleh sebab itu begitu pentingnya penjurnalan dalam aplikasi ilmu akuntansi terlebih lagi bagi para pembelajar akuntansi pemula untuk memahami konsep dari siklus akuntansi secara utuh dimana peranan jurnal sangatlah dominan. Refrensi jurnal umum disajikan supaya menciptakan semacam anchor dan dapat membantu para pembelajar akuntansi pemula untuk mengkonversi bahasa transaksi dari bukti-bukti transaksi ke dalam bentuk format jurnal umum dan memahami aturan penulisannya secara benar untuk kemudian bisa diterapkan pada berbagai kasus transksaksi yang berbeda namun memilik pola yang tetap sama.
.
I PENDAHULUAN
Mendengar istilah jurnal mungkin sudah tak asing lagi terdengar ditelinga kita, seperti dulu pun pernah ada sebuah tayangan di TVRI dengan nama Jurnal Olah raga, atau ada sebuah surat kabar ternama di asia yang berkantor pusat di singapura dengan nama Asian Journal street, namun istilah jurnal dikalangan sebagian orang tertentu seperti para pelajar dan mahasiswa umumnya masih dikenal dan seolah identik sebagai istilah dalam akuntansi saja, persepsi itu tidak salah secara mutlak karena istilah jurnal sudah sangat melekat dengan akuntansi dan seolah sulit dilepaskan, namun jika kita ingin menelaah lebih lanjut lagi maka kita mesti menelusuri dahulu akar arti kata itu sebenarnya. Untuk menelaah suatu materi ilmiyyah, maka haruslah kita ketahui konteks arti kata tersebut baik secara bahasa maupun arti secara istilah, hal ini dilakukan semata-mata agar kita tidak bias dalam mengambil suatu kesimpulan sehingga obyektivitas permasalahan akan tepat sesuai dengan kebutuhan ilmiyahnya. Satu-persatu akan kita bahas disini, jurnal secara bahasa menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah (buku) catatan harian sedangkan jurnal dalam pengertian istilah yang lebih luas menurut kamus besar bahasa Indonesia ialah surat kabar harian atau bisa juga majalah yang khusus memuat artikel disatu bidang ilmu tertentu, namun jurnal dalam konteks istilah akuntansi ialah formulir khusus yang digunakan untuk mencatat secara sistematis dan kronologis transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan menurut nama perkiraan dan jumlah yang harus didebit dan di kredit. Jurnal merupakan catatan transaksi finansial yang pertama dalam pembukuan akuntansi manual, karena itu disebut juga sebagai catatan yang asli (book of original entry). Sedang secara tektual menurut kamus besar bahasa Indonesia, jurnal ialah dog buku yang dipakai untuk mencatat transaksi berdasarkan urutan waktu. Bagi sebagian pelajar akuntansi pemula, jurnal terkadang menjadi momok tersendiri bagi mereka karena dianggap sulit untu dipahami atau bisa dipahami namun masih gagap dalam pengerjaannya karena belum terbiasa. Kompleksitas kendala menjurnal biasanya terjadi pada saat akan memindahkan data dari dokumen transaksi ke dalam format atau bahasa jurnal dimana disitu harus ada penentuan rekening-rekening mana saja yang terlibat dalam kejadian transaksi tersebut, kemudian penentuan rekening mana yang mesti didebit maupun dikredit, mana rekening yang bertambah dan mana rekening yang berkurang serta berbagai masalah kalkulasinya, fase-fase waktu Jurnal juga membutuhkan perlakuan khusus seperti kasus penjurnalan pada saat penyesuaian maupun saat penutupan buku, yang semua itu jelas membutuhkan kecekatan dan ketelitian personal yang mengerjakannya. Dalam akuntansi jurnal sangatlah fundamental karena jurnal merupakan catatan harian terhadap kejadian transaksi yang terjadi setiap hari dan digunakan setiap hari pula . Dalam pembahasan meteri tulisan ini disebabkan terbatasnya ruang penyampaian materi dan terlalu luasnya materi pembahasan mengenai jurnal maka penulis hanya akan mengupas mengenai konsep dasar penjurnalan, refrensi dan pengerjaanya di jurnal umum serta posting ke buku besar yang diharapkan bisa dijadikan acuan bagi pembelajar akuntansi pemula dalam memahami jurnal.
II PEMBAHASAN
A. Panduan dasar Menjurnal
Dalam penjurnalan dan pemasukannya ke buku besar akan dikenal mekanisme debet kredit, oleh sebab itu Memahami aturan main debet-kredit menjadi poin penting tersendiri guna memahami jurnal, umumnya istilah debet yang berkembang dimasyarakat kita dipahami sebagai pemasukan, pendapatan, sedang kredit dipahami identik dengan utang, pengeluaran, atau pengurangan, hal ini semua kemungkinan disebabkan karena umumnya orang hanya familiar dengan rekening kas saja sehingga debit identik memang dengan penambahan, karena penambahan uang kas dicatat diposisi debit atau hanya mengenal rekening utang saja yang memang identik dengan kredit, karena penambahan utang ada di posisi kredit. Jika konsep pengertian seperti yang dipahami maka akan kacaulah konsep pembukuan yang di buat karena tidak mengacu pada persamaan dasar akuntansi yang menjadi acuan aturan main debet-kredit. Kalau begitu mulai saat ini cukuplah untuk pembelajar akuntansi pemula untuk memahami bahwa debet adalah sisi sebelah kiri sedang kredit sisi sebelah kanan yang harus ada keseimbangan jumlah keduanya. Berikut ini merupakan pola rumus persamaan dasar akuntansi yang menjadi acuan mengenai konsep debet-kredit.
Debet = Kredit
Aktiva= Utang + modal
Analisa rumus diatas bahwa penambahan nilai aktiva disisi debet sedangkan utang & modal bertambah disisi kredit.
Rumus diatas dapat dikembangkan menjadi:
Debet = Kredit
Aktiva= Utang + modal + pendapatan – biaya
Analisa rumus: Pendapatan menambah nilai modal dan biaya mengurangi nilai modal maka sifat penambahan rekening pendapatan sama seperti pada rekening modal sedang rekening biaya mengurangi nilai rekening modal maka sifat penambahan biaya berbanding terbalik dengan penambahan modal, jika modal bertambah di kredit maka biaya bertambah di debet, sehingga rumus tersebut dapat di kembangkan menjadi
Aktiva + biaya = Utang + modal + Pendapatan
Kesimpulan bahwa sifat penambahan rekening aktiva dan biaya ialah sama-sama didebet sedang utang, modal dan pendapatan sama-sama dikredit. Maka bisa dibayangkan rancunya pemahaman akuntansi yang memahami debet identik dengan pemasukan, pendapatan dan kredit hanya identik dengan utang, pengurangan, pengeluaran atau biaya karena fakta analisa rumus diatas justru berbicara sebaliknya pendapatan bertambah disisi kredit dan biaya bertambah disisi debet.
Berdasar rumus diatas menimbulkan ketentuan sebagai berikut:
  1. Setiap transaksi mempunyai unsur debet dan unsur kredit secara bersamaan
  2. jumlah debet dan kredit haruslah sama
  3. Tentukan rekening apa saja yang terlibat, bertambah atau berkurangkah rekening tersebut dan kemudian dilihat aturan main debet dan kreditnya
  4. Aturan main debet dan kredit
Pendebetan dilakukan bila:
Pengkreditan dilakukan bila:
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->aktiva bertambah
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Utang berkurang
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Modal berkurang
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Biaya bertambah
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Pendapatan berkurang
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Aktiva berkurang
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Utang bertambah
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Modal bertambah
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Biaya berkurang
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Pendapatan bertambah
Setelah kita memahami aturan main debet-kredit secara benar maka mulailah kita kembali ke permasalahan intinya yakni jurnal. Hal-hal yang perlu diketahui dalam penjurnalan antara lain:
1. Fungsi jurnal
Jurnal mempunyai fungsi:
a.Fungsi Pencatatan semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat.
b.Fungsi Historis, transaksi yang terjadi harus dicatat sesuai urutan waktu (kronologis).
c.Fungsi Analisa, setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal harus merupakan hasil analisa dari bukti-
bukti transaksi hingga jelas letak debet/kredit perkiraan beserta jumlahnya.
d.Fungsi Instruktif, pencatatan dalam jurnal merupakan instruksi atau perintah untuk melakukan
posting atau memindahkan debet/kredit ke dalam buku besar.
e.Fungsi Informatif, jurnal dapat memberikan informasi/pemberitahuan mengenai transaksi yang terjadi.
2. Bentuk jurnal:
a. Single jurnal Entry (jurnal satu lawan satu)
jurnal perkiraannya satu didebet dan perkiraan tandingannya satu dikredit. Contoh: Ibu Salmah mendirikan sebuah perusahaan dengan setoran modal uang tunai sebesar Rp 10.000.000,- Maka jurnalnya:
-Kas                             Rp 10.000.000
Modal Salmah                                Rp 10.000.000,-
b. Compound jurnal (jurnal gabungan)
Yakni, jurnal yang perkiraanya didebet atau dikreditnya lebih dari satu perkiraan atau perkiraan didebet atau dikreditnya sama-sama lebih dari Satu. Contoh : Perusahaan membeli perlengkapan kantor seharga Rp 2.000.000,- , perusahaan melakukan pembayaran tunai sebesar Rp 5.000.000,- dan sisanya dilakukan secara kredit. Maka jurnalnya:
Perlengkapan kantor    Rp 2000.000
Kas                                         Rp 500.000
Utang Usaha                       Rp 1.500.000
B. Refrensi pencatatan pada jurnal Umum dari transaksi harian
Untuk memudahkan dalam menjurnal, perlu diperhatikan penganalisaan atas transaksi yang terjadi, memindahkan data transaksi dari dokumen transaksi kedalam bentuk jurnal terkadang menimbulkan sedikit masalah bagi yang belum terbiasa dengan penjurnalan, namun penjurnalan yang umumnya terjadi dari berbagai kejadian transaksi sebenarnya memiliki pola bentuk yang kurang lebih hampir sama walau berbeda kasus transaksinya. Berikut ini merupakan refrensi penjurnalan dari berbagai kejadian transaksi yang biasa terjadi di jurnal umum untuk transaksi harian
  1. Mencatat Penerimaan uang secara tunai bersumber dari pendapatan.
Contoh nya
- Kas                                        Rp XXX
Pendapatan Sewa                         Rp XXX
- Kas                                          Rp XXX
Pendapatan Komisi                      Rp XXX
-Kas                                             Rp XXX
Pendapatan Jasa                            Rp XXX
Keterangan : Mencatat kas sebelah debet dan pendapatan sebelah kreditnya, jadi jika kita dapati kasus transaksi pendapatan tunai maka sebelah debet haruslah rekening kas dan sebelah kreditnya ialah rekening dari sumber pendapatan tersebut.
2. Pengakuan pendapatan atas transaksi yang terjadi secara kredit (piutang)
- Piutang Usaha                            Rp XXX
Pendapatan jasa                      Rp XXX
- Piutang Komisi                               Rp XXX
Pendapatan Komisi                           Rp XXX
- Piutang Dagang                Rp XXX
Penjualan                     Rp XXX
Keterangan: mencatat Piutang sebelah debet dan sumber pendapatannya sebelah kredit, pada perusahaan dagang sebutan untuk pendapatanya lebih lazim sebagai penjualan. Refrensi jurnal tersebut diatas berlaku untuk pola transaksi pengakuan piutang atau pendapatan/penjualan kredit, untuk kasus transaksi lainnya hanya tinggal disesuaikan saja transaksinya untuk pengakuan piutang apa dan untuk sumber pendapatan apa.
3. Pengeluaran yang bersifat sebagai biaya yang dibayarkan tunai
Biaya Sewa Gedung        Rp XXX
Kas                                     Rp XXX
Biaya Sewa kantor            Rp XXX
Kas                                      Rp XXX
Keterangan: Mencatat biaya pembayaran sebelah debet dan kas di kredit, untuk kasus transaksi lain dari pembayaran biaya secara tunai, hanya tinggal disesuaikan jenis biaya pembayarannya.
4. Pengeluaran yang bersifat sebagai pembelian dibayarkan kas
a). Pembelian barang dagangan
Metode Fisik
Pembelian         Rp XXX
Kas                 Rp XXX
Metode Perpetual
Persediaan Barang Dagangan   Rp XXX
Kas                                        Rp XXX
Keterangan: Jika pembelian tersebut masuk kategori pembelian barang dagangan, apapun yang dibeli maka rekening yang digunakan sebagai pendebetannya adalah rekening pembelian atau rekening persediaan barang dagangan, status barang yang dibeli akan menentukan proses penjurnalan misal beli mobil, komputer, TV, radio dan apapun jika itu barang dagangan maka rekening debetnya adalah pembelian jika dengan metode fisik atau rekening persediaan barang dagang jika menggunakan metode perpetual. Jika pembelian tersebut belum dibayarkan maka yang dikredit adalah utang dan bukan kas dan hal ini berlaku umum untuk transaksi apapun yang telah diakui dan dicatat namun belum dibayarkan.
b). Pembelian bukan barang dagangan
Kendaraan          Rp XXX
Kas                     Rp XXX
Perlengkapan    Rp XXX
Kas                  Rp XXX
Keterangan :
Jika pembelian tersebut masuk kategori pembelian bukan barang dagangan . Maka rekening yang digunakan sebagai pendebetannya adalah nama rekening dari objek yang dibeli atau nama judul rekening yang dianggap menampung kategori yang sama dari barang-barang yang dibeli, misal diatas membeli perlengkapan padahal yang dibeli bisa alat tulis, bisa kemoceng, folder/ordner atau apapun yang dianggap masuk ke dalam kategori perlengkapan untuk kerja.
5. Penjualan barang dagangan
Metode Fisik
Kas                             Rp XXX
Penjualan                     Rp XXX
Metode Perpetual
Kas                         Rp XXX
Penjualan                  Rp XXX
HPP                                             Rp XXX
Persd. barang dagangan                    Rp XXX
Keterangan: Untuk jurnal penjualan barang dagangan metode perpetual selain menggunakan jurnal penjualan tunai, juga harus menyertakan jurnal pemutasian nilai saldo rekening barang dagangan kedalam rekening HPP, karena selama periode berjalan dalam metode perpetual selalu mengikuti mutasi saldo rekening barang dagang baik saat stok masuk maupun stok keluar sehingga informasi stok persediaan selalu uptudate dan tak perlu lagi dibuatkan penyesuaian nilai saldo pesediaan pada akhir tahun. Lain hal dengan metode fisik karena saat pembelian bukan dicatat sebagai penambahan rekening persediaan barng dagang dan saat penjualan juga tidak dicatat sebagai pengurangan nilai saldo rekening persediaan barang dagang, dampaknya selama periode berjalan nilai saldo pada rekening persediaan barang dagang masih merupakan informasi stok awal yang tidak sesuai dengan nilai jumlah stok yang sesungguhnya sehingga pada akhir tahun memerlukan penyesuian nilai saldo rekeningnya dengan nilai jumlah stok saat itu.
6. Pencatatan penerimaan pelunasan piutang
Kas                 Rp XXX
Piutang Usaha           Rp XXX
Kas                 Rp XXX
Piutang Dagang         Rp XXX
Kas                                 Rp XXX
Potongan Penjualan Rp XXX
Piutang Dagang            Rp XXX
Keterangan: Pelunasan piutang artinya kita terima uang dari hasil penagihan utang pihak lain kepada kita, untuk transaksi ini kas di debet dan piutang sebelah kredit, terdapat pula pada contoh diatas jurnal pelunasan piutang disertai potongan penjualan pada sebelah debet untuk menunjukan berkurangnya nilai uang kas yang kita terima dari penagihan piutang yang seharusnya karena suatu alasan atau perjanjian sebelumnya .
<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Pencatatan pelunasan pembayaran utang
Utang Usaha                Rp XXX
Kas                          Rp XXX
Utang Dagang             Rp XXX
Kas                             Rp XXX
Utang Dagang                               Rp XXX
Potongan  Pembelian                   Rp XXX
Kas                                                       Rp XXX
Keterangan: Pelunasan utang artinya kita membayar utang kepada pihak lain, untuk transaksi ini kas dikredit sedang yang didebet ialah nama rekening utang yang akan kita bayarkan. Terdapat pula pada contoh diatas jurnal pembayaran utang disertai potongan pembelian pada sebelah kredit untuk menunjukan berkurangnya nilai uang kas yang harus dibayar karena suatu alasan atau perjanjian sebelumnya.
8. Pencatatan penambahan utang
Kas                       Rp XXX
Utang Bank                  Rp XXX
Peralatan                  Rp XXX
Utang Usaha                Rp XXX
Biaya Gaji                 Rp XXX
Utang Gaji                   Rp XXX
Keterangan: Untuk pencatatan transaksi penambahan utang maka yang mesti di kredit ialah nama rekening utang yang mengalami penambahan, sedang sebelah debitnya ialah sesuatu yang diutangi, dapat berupa uang (kas), pembelian sesuatu barang-barang maupun pembayaran yang ditangguhkan, misal contoh diatas kasus biaya gaji belum dibayar (namun ini biasa terjadi akhir tahun saat dibuat jurnal penyesuaian guna kepentingan tutup buku)
9 .Pencatatan penambahan modal
Kendaraan              Rp XXX
Modal                     Rp XXX
Kas                    Rp XXX
Modal                    Rp XXX
Keterangan: Pencatatan penambahan rekening modal dibuat dengan mengkredit rekening tersebut dan mendebet bentuk/macam modal yang mengalami penambahan. Penambahan modal bisa berupa uang atau barang / asset lainnya seperti gedung, perlengkapan, peralatan dan sebagainya
<!--[if !supportLists]-->10. <!--[endif]--> pencatatan pengambilan prive
Prive         Rp XXX
Kas                 Rp XXX
Prive             Rp XXX
Perlengkapan             Rp XXX
Prive                  Rp XXX
Kendaraan         Rp XXX
Keterangan: Pencatatan penambahan rekening prive dibuat dengan mendebet rekening tersebut dan mengkredit bentuk / macam asset atau aktiva yang diambil untuk kepentingan pribadi pemilik . Pengambilan prive dari asset tidak mesti hanya berupa uang, maksud pengambilan prive disini cakupannya pemilik juga dapat mengambil asset lainnya seperti gedung, peralatan dan lain-lain untuk kepentingan pribadi pemilik dari perusahaan selama tidak menggangu keseimbangan uang dan modal perusahaan.
Pengambilan prive bisa berupa uang atau asset lain
Jurnal koreksi
Ialah ayat jurnal yang dibuat untuk mengoreksi ayat jurnal lain yang dibuat sebelumnya. Sedangkan kesalahan catat yang sering terjadi ialah
  1. Kesalahan dalam mencatat nama perkiraan dari transaksi yang sebenarnya
  2. Kesalahan dalam memasukan jumlah nilai rupiah dari transaksi yang sebenarnya.
Dasar digunakannya jurnal koreksi ialah karena upaya pembetulan, pengoreksian atas jurnal yang salah dengan jalan menghapus nama perkiraan tersebut dan jumlahnya dengan penghapus ataupun dengan tip-ex tidak sesuai dengan prosedur akuntansi yang lazim. Maka untuk memperbaikinya adalah dengan dibuat jurnal koreksi.
Contoh Terjadi salah catat transaksi penjualan dicatat sebagai penjualan
Kas                                          Rp 1000.000
Pendapatan Komisi                      Rp 1000.000
Cara mengkoreksinya ialah pertama membalik ayat jurnal yang telah salah dibuat tersebut
Pendapatan Komisi           Rp1000.000
Kas                               Rp 1000.000
Kemudian membuat ayat jurnal yang benar
Kas                        Rp 1000.000
Penjualan                                  Rp 1000.000
Atau ayat jurnal koreksi diatas dapat digabung sehingga jurnalnya
Pendapatan Komisi                   Rp 1000.000
Penjualan                                   Rp 1000.000
Sedang untuk kesalahan lainnya seperti kesalahan memasukan jumlah terlalu kecil dari jumlah seharusnya. Misalkan biaya gaji sebesar Rp.2500.000 namun di catat Rp 2.000.000
Biaya Gaji        Rp 2000.000
Kas                                     Rp 2000.000
Maka jurnal koreksinya dengan menambah jumlah yang kurang
Biaya Gaji        Rp 500.000
Kas                             Rp 500.000
Demikian pula jika pencatatannya kebesaran misal pembayaran biaya iklan sebesar Rp 600.000 namun dicatat sebesar Rp 900.000
Biaya Iklan       Rp 900.000
Kas                         Rp 900.000
Maka jurnal koreksinya dengan mengurangi jumlah yang kelebihan tersebut
Kas                          Rp 300.000
Biaya Iklan                             Rp 300.000
C. Bekerja dengan formulir jurnal Umum
Setelah kita mengupas refrensi penjurnalan untuk berbagai kasus transaksi yang sering terjadi sehari-hari dalam kegiatan akuntansi maka saatnya lah kini kita mengulas pula formulir jurnal umum yang merupakan tempat atau wadah yang sebenarnya dari proses pencatatan transaksi dalam format pencatatan jurnal. Formulir Jurnal Umum ialah suatu wadah jurnal untuk mencatat berbagai transaksi yang terjadi setiap hari.
Gambar Bentuk Formulir jurnal umum
<!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->
Keterangan:
(a) Pengisian nomor halaman jurnal.
(b)Pengisian tahun, bulan dan tanggal transaksi.
(c) Pengisian jenis perkiraan.
Perkiraan yang di debet ditulis sebelah atas merapat ke sebelah kiri dan perkiraan yang di kredit ditulis di
bawahnya dan menjorok ke sebelah kanan (dibawah format jurnal tersebut boleh pula ditulis uraian singkat
transaksi, jika diperlukan)
(d) Pengisian dengan nomor kode buku besar pada saat pemindah bukuan (posting) ke buku besar.
(e) Pengisian jumlah uang yang di debet.
(f) pengisian jumlah uang yang di kredit.
Cara Pengisian ke dalam Jurnal
Proses pemindahan dari transaksi ke dalam jurnal disebut “penjurnalan (journalizing)”. Agar dapat memahaminya secara jelas bagaimana mencatat transaksi ke dalam jurnal, maka berikut ini ialah cara-cara pengisian ke dalam formulir jurnal umum.
1. Mencatat tanggal
a. Tahun dicatat pada kolom tanggal paling atas (pada baris pertama) dan hanya ditulis satu kali pada setiap halaman
kecuali jika telah berganti halaman ataupun berganti tahun
b. Bulan ditulis pada baris kedua pada kolom tanggal. dan hanya ditulis satu kali pada setiap halaman kecuali telah
berganti halaman atau pun telah berganti bulan
c. Tanggal ditulis pada baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur kecil. tiap terjadi transaksi
2. Mendebet perkiraan
Nama perkiraan yang harus di debet dicatat sebelah atas dan merapat ke sebelah kiri pada garis kolom tanggal
( kolom disebelah kiri dari kolom keterangan bisa juga kolom nomor bukti, jika kolom ini dianggap perlu dan
dibuat sebelumnya).
3. Mengkredit perkiraan
Nama perkiraan yang harus di kredit dicatat sebelah bawah perkiraan yang di debet, dan menjorok ke sebelah
kanan ditulis pada kolom keterangan kurang lebih seukuran kata pada sebagaimana cara baca jurnal misalkan kas
pada penjualan, piutang pada pendapatan dan lainnya.
4. Lajur reference
Diisi dengan nomor kode perkiraan apabila jurnal itu telah dipindahkan ke buku besar.
5. Halaman jurnal
Diisi sesuai dengan lembaran jurnal.
6. Memindahkan jumlah jurnal
Apabila suatu halaman jurnal yang dipakai sudah penuh, maka pencatatan transaksi akan dilanjutkan pada halaman
berikutnya dengan menuliskan kata “jumlah dipindahkan” dalam lajur keterangan. Setelah itu jumlahkan lajur
debet dan kredit; jumlahnya harus sama. Beri tanda sudah dicek (V) dalam lajur reference.
Perlu diketahui dalam pencatatan akuntansi manual, buku jurnal merupakan pembukuan akuntansi pertama dalam mencatat keseluruhan transaksi yang terjadi, kharakter isi transaksidari buku jurnal juga masih heterogen, oleh sebab itu setelah buku jurnal ada lagi buku besar tempat kumpulan berbagai rekening/perkiraan yang merupakan pembukuan lanjutan setelah jurnal yang berguna untuk menghomogenkan transaksi-transaksi tersebut agar dengan jelas diketahui saldo masing-masing pos perkiraan secara tepat, dalam konteks tulisan mengenai jurnal ini, penulis tidak menyinggung terlau banyak mengenai rekening atau buku besar kecuali hal-hal yang berkaitan langsung dengan tindak lanjut dari proses penjurnalan yakni pemindah bukuan dari buku jurnal ke buku besar yang disebut proses pemostingan (posting)
D. Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar
Ada beberapa langkah yang harus Anda ketahui bagaimana cara memindahkan dari jurnal ke buku besar. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan yang ada pada buku besar.
b. Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan buku besar.
c. Catat nomor kode rekening / perkiraan ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah
dipindahkan ke buku besarnya yakni ke rekening yang bersangkutan .
d. Catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar dalam setiap pemindahbukuan.
Perhatikan contoh di bawah ini. Perhatikan garis putus-putus yang ada pada contoh buku jurnal dan buku besar
<!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]-->Proses posting ke buku besar<!--[endif]-->
Contoh tersebut merupakan gambaran pengisian jurnal hingga posting ke buku besar, maka seperti itulah cara bekerja dengan formulir jurnal dan posting ke buku besar.
III KESIMPULAN
Mempelajari jurnal sebenarnya mudah, yang terpenting adalah memahami terlebih dahulu konsep yang mendasari logika penjurnalan tersebut. Yang dijadikan acuan dalam membuat jurnal ialah kita mesti memahami dengan benar prosedur dan segala aturan mengenai aturan main mengenai debet-kredit tersebut. Aturan main mengenai debit-kredit haruslah mengacu dan mengikuti pola rumus persamaan dasar akuntansi. Memahami arti istilah debet dan kredit dalam konteks akuntansi secara benar dapat membantu memudahkan kita dalam menganalisis transaksi dan membuat jurnalnya. Kesulitan lain dalam menjurnal biasanya mengkonversi tekstual dari bahasa atau kalimat yang terdapat dalam bukti transaksi kedalam judul perkiraan yang digunakan dalam format jurnal, untuk itu membutuhkan latihan berulang-ulang terhadap berbagai kasus transaksi yang berbeda. Tulisan refrensi penjurnalan ini sangat diharapkan dapat membantu para pembelajar akuntansi pemula untuk menanamkan semacam anchor yang dapat membantu mengingatkan pola-pola yang sama dalam menghadapi kasus transaksi yang berbeda saat akan membuat jurnal.
(http://irwin2007.wordpress.com/2010/01/13/refrensi-jurnal-umum-bagi-pembelajar-akuntansi-pemula/)
DAFTAR PUSTAKA
Anoname. 1995. Buku Pintar Akuntansi Panduan Dalam Menjurnal. Program Peduli
Peningkatan Mutu SDM. Jakarta
Bakri,   Aswan. 2007.  Prinsip – prinsip Akuntansi.  Diambil dari
Fess and Niswonger. 1985. Prinsip-prinsip Akunting. Erlangga. Jakarta
Mulyadi, Dedi K. 2007. Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan jasa. Diambil dari:
Simangunsong A.O. 1996. Dasar – Dasar Akuntansi keuangan soal dan
penyelesaiannya. PT Dharma Karsa Utama.Jakarta.
Soemarso SR. 1990. Akuntansi Suatu Pengantar buku satu edisi ketiga,
Rineka Cipta. Jakarta.
Tim Penyusun Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Balai Pustaka. Jakarta.
Zulidamel. 2007. Transaksi, bukti transaksi, Jurnal dan Posting. Diambil dari:
posting/